Header Priangan

Terkait Program BSPS, Ribuan Rekening Diblokir

Wednesday, 20 Feb 2013 | 00:56:54 WIB

SERANG, (KB).-
Ribuan rekening penerima bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) di Kabupaten Serang diblokir Dinas Tata Ruang Bangunan dan Perumahan (DTRBP) Kabupaten Serang. Pasalnya, penerima bantuan belum melampirkan rencana penggunaan dana (RPD) sesuai surat edaran baru dari kementerian.
Kepala Seksi Perumahan Swadaya Formal dan Nonformal DTRBP Kabupaten Serang Iim Rohimudin mengatakan, pemblokiran rekening penerima bantuan, karena ada aturan baru berupa surat edaran kementerian. "Sekarang yang diblokir sekitar 3.400 rekening. Kalau sudah ada RPD, rekening akan dibuka lagi," katanya saat dihubungi melalui telepon selularnya, Selasa (19/2).
Iim mengatakan, dari sekitar 3.400 rekening yang diblokur, sudah ada sekitar 1.600 yang sudah dilengkapi RPD.
Menurut dia, setiap rumah (warga) diberi bantuan Rp6 juta. "Yang sudah menerima bantuan pada termin pertama itu baru sampai Rp3 juta, sisanya akan direalisasikan pada tahap berikutnya," katanya.
Untuk pengajuan rogram BSPS, kata Iim, harus disertai RPD dan ada kelompok penerima barang, dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). "Bantuan pada tahap awal langsung disampaikan ke toko material, bukan ke masyarakat. Sekarang masyarakat hanya mengetahui bahwa dana itu sudah diambil dan dibelanjakan langsung ke material," ungkapnya.
Dalam merealisasikan bantuan, kata dia, DTRB hanya sebagai pengawas dan pengendalian, karena anggaran langsung disampaikan kepada masyarakat. "Kami hanya menginginkan, rumah dibangun sesuai dengan material yang tersedia. Nanti, kami minta laporannya, bila sudah selesai," tuturnya. (H-40)***

Dibaca : 452 kali
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.