Header Priangan

Honorer K1 Ancam Bergerak

Friday, 05 Apr 2013 | 11:27:36 WIB


SERANG, (KB).-
Tenaga honorer kategori 1 (K1) Pemprov Banten siap untuk bergerak mendatangi kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN-RB) untuk mempertanyakan kejelasan nasib mereka. Pasalnya, hingga kini, belum ada kejelasan pengangkatan mereka menjadi CPNS.
"Kami hanya ingin ada kejelasan. Tapi jika tidak titik terang juga, kami siap kumpulkan teman-teman honorer untuk bergerak mendatangi Kemen-PAn-RB," kata seorang honorer Pemprov Banten, Mansur, kepada wartawan, Kamis (4/4).
Ia meminta kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten untuk lebih pro aktif memperjuangan kejelasan nasib honorer K1. "Setiap waktu, kami terus memantau tentang pengangkatan honorer K1. Tapi belum ada kejelasan hingga sekarang," tukasnya.
Mansur menyatakan, honorer K1 mengaku sudah sangat sabar menunggu turunya pengangkatan menjadi CPNS. Namun demikian, jelas dia, karena belum juga ada kejelasan, yang timbul rasa kesal. "Bagaimana tidak kesal. Kami sudah mengikuti verifikasi berkas selama dua kali. Sampai kemudian diumumkan pada 2012 lalu. "Kami sudah lelah dan kehilangan akal harus bagaimana lagi. Teman-teman honorer lainnya juga merasakan hal serupa," ungkap Mansur.
Ia menyatakan, jika memang pengajuan honorer K1 ada masalah hal itu seharusnya segera diselesaikan."Kalau memang ada dugaan manipulasi data tolong pelapor segera dipanggil untuk menunjukkan mana saja nama-nama yang diduga dimanipulasi tersebut. Jangan sampai hanya masalah satu dua orang, yang lain terkena imbasnya," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten Anwar Mas’ud mengaku belum menerima kabar terbaru dari pemerintah pusat mengenai pengangkatan honorer K1 di lingkungan Pemprov Banten. Pihaknya masih menunggu hasil penelitian kembali dari Kemen-PAN dan RB.
“Kami sudah mengirimkan surat ke Kemen-PAN-RB tentang kepastian kapan penelitian ulang dari pusat. Namun belum ada jawaban," kata Anwar.
Anwar menyatakan, kepastian ini diperlukan supaya Pemprov Banten bisa menyiapkan tentang berkas honorer K1 yang akan diteliti ulang tersebut. “Harusnya dijelaskan, penelitian kembai itu seperti apa, mekanismenya bagaimana. Kita ingin tahu supaya bisa menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan,” tegasnya.
Diketahui, Banten termasuk salah satu daerah yang belum ditetapkan SK pengangkatan tenaga honorer K1 oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birkorasi (Kemen-PAN dan RB), akibat adanya dugaan manipulasi data honorer. Kemen-PAN dan RB kemudian melakukan pengecekan ulang berkas atau quality assurance (QA) terhadap berkas honorer K1 Banten. Selain Banten, ada 32 kabupaten/kota se-Indonesia yang juga perlu dilakukan pengecekan ulang.
Pada 2012, Pemprov Banten mengusulkan 934 tenaga honorer K1 untuk diangkat menjadi CPNS kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hasil verifikasi awal yang dilakukan BKN, sebanyak 797 orang ditetapkan lolos verifikasi. Namun pada verifikasi ulang, jumlah tenaga honorer Pemprov Banten yang disetujui hanya 781 orang. (H-32)***

Dibaca : 2809 kali
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.