Header Priangan

BBLKI Latih Puluhan Warga Binaan Rutan Pandeglang

Thursday, 11 Apr 2013 | 22:46:20 WIB

Terkait

PANDEGLANG,(KB).-
Sekitar 30 orang Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Pandeglang, mendapatkan pelatihan keterampilan otomotif khusus roda dua dengan processing tempe tahu oleh Balai Besar Latihan Kerja Industri (BBLKI) Serang. Pelatihan dalam rangka memberikan pembekalan keterampilan bagi WBP itu dilaksanakan selama 20 hari sejak Selasa (9/4). Kepala Rutan (Karutan) Pandeglang Akbar menjelaskan, kegiatan ini merupakan kerjasama antara Rutan dengan BBLKI Serang. Dimana, kegiatan ini bertujuan memberikan keterampilan bagi WBP dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) khusunya dalam bidang otomotif serta keahlian membuat tempe tahu.
“Mereka yang mengikuti pelatihan itu WBP yang masa tahanannya habis sebentar lagi,” katanya.
Ia berharap, dengan dibekali pelatihan seperti ini para WBP yang keluar nanti, nantinya memiliki keahlian, sehingga saat berbaur dengan masyarakat nanti mereka mampu membuka peluang kerja secara mandiri.
“Jadi setelah keluar nanti mereka sudah memiliki bekal keahlian,” katanya.
Kabag Tata usaha dan Keuangan BBLKI Serang, Hadijah mengatakan, kegiatan ini bukan pertama kali dilaksannakan di wilayah Banten. Sebelumnya, kegiatan ini sudah dilakukan di beberapa Rutan di wilayah Banten.
“Kita akan terus melakukan kerjasama yang sifatnya pelatihan karena bagimanpun untuk lembaga rutan ini benar-benar harus bisa bekerjasama dengan lembaga-lembaga lainya. Apalagi, intruksi dari kementrian tenaga kerja BBLKI harus mampu berperan aktif dalam memberikan keterampilan bagi masyarakat agar peluang-peluang usaha itu bisa tercipta,” ujarnya.
Kepala Divisi Permasyarakatan Korwil Kemenhumkam Banten, Nyoman Putra Surya Atmaja mengaku, sangat merespon baik dengan adanya kerjasama antara Rutan pandeglang dengan BBLKI Serang dalam melakukan pelatihan terhadap WBP. Mengingat, pelatihan semacam ini para WBP yang keluar nanti, bias memiliki keahlian yang cukup untuk membuka peluang usaha, sehingga tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum lagi. “Ini merupakan program yang cukup baik, apalagi jika program-program ini bisa ditunjang atau didukung juga oleh pemerintah daerah baik itu kabupaten maupun provinsi. sehingga akan tercipta harmonisasi antara lembaga rutan dengan pemerintah,”pungkasnya. (H-38)***

Dibaca : 443 kali
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.