Header Priangan

PT Gama Group Kembali Diprotes

Monday, 27 May 2013 | 10:21:03 WIB

BAYAH,(KB).-
Sejumlah aktivis mendesak PT Gama Group selaku perusahaan yang akan membangun pabrik semen diwilayah Lebak Selatan (Baksel) Kabupaten Lebak serius dengan komitmennya yang akan memprioritaskan tenaga lokal.
Selain itu mereka juga mendesak pihak perusahaan segera menjelaskan sejumlah persoalan yang hingga sekarang masih mewarnai diantaranya terkait lapangan sepak bola yang terbebaskan dan kerugian yang ditimbulkan sebanyak 11 nelayan yang diduga akibat adanya aktivitas pengeboran di pantai Pangerekan tengah Desa Darmasari Kabupaten Lebak beberapa waktu lalu.
Hal itu terungkap dalam audiens antara sejumlah perwakilan dari, Koalisi Masyarakat Pakidulan (Kompak) dan Ikatan Olahraga dan Seni Bayah (Ikobas) dengan pihak PT Gama Group yang diwakili coordinator CSR dan Humas pada PT Gama Group, Nana Suharna Legal Land Acquisition PT Gama Group, Herfano Indra Setiawan yang dihadiri Kapolsek Bayah AKP Kosasih di aula Mapolsek Bayah, Kamis sore kemarin.
“Kami hanya meminta pihak perusahaan (PT Gama Group-red) menjelaskan sejumlah persoalan yang kini muncul serta merealisasikan aspirasi masyarakat yang berkembang kepada perusahaan,” kata koordinator Kompak, Eko Priyono dalam audiens di Mapolsek Bayah.
Menurutnya, diantara persoalan yang saat ini terjadi yakni adanya soal pembebasan lahan yang bermasalah, monopoli proyek pengadaaan, perekrutan tenaga kerja dan soal dampak lingkungan.
Selain itu, pada proses pembebasan lahan pihak perusahaan terkesan ceroboh ini ditenggarai dengan adanya lahan sepak bola yang terbebaskan dan terkait soal perekrutan tenaga kerja, pihak perusahaan harus membuat pernyataan hitam diatas putih untuk memberi kepastian kepada masyarakat jika memang perusahaan akan memprioritaskan tenaga kerja lokal.
“Kami memang tidak tahu persis terkait status tanah lapangan sepak bola namun sepengetahuan saya dari dulu itu lapangan. Karena itu kami minta pihak PT Gama Group tidak gegabah sebab khawatir tanah tersebut ujung-ujungnya bermasalah. Terlebih beredar rumor bahwa SPPT beberapa blok lapangan sepak bola itu muncul ketika akan dibebaskan,”jelasnya.
Ditempat yang sama koordinator Ikobas Nana, mengakui,sebelumnya pihaknya sangat kecewa dengan terbebaskannya lapangan sepak bola tersebut. Namun setelah meminta kejelasan langsung dan ada solusi pihaknya kini telah faham.
Sementara, coordinator CSR dan Humas pada PT Gama Group, Nana Suharna menyatakan soal rekrutmen tenaga kerja pihak perusahaan sudah berkomitmen untuk merekrut tenaga kerja lokal.
Saat ini saja, dari 180 tenaga kerja yang ada di perusahaan 80 persen merupakan warga lokal. Dijelaskan, hingga saat ini jumlah pelamar yang sudah masuk keperusahaan sekira 500 pelamar yang didominasi oleh pelamar lokal.
“Terkait lahan yang menurut warga lapangan sepak bola, PT Gama Group dalam tahap pembebasan sangat hati-hati ketika melakukan pembayaran melainkan sebelumnya telah menempuh tahapan dan prosedur. Akan tetapi kami juga akan melihat dulu data-datanya,” Legal Land Acquisition PT Gama Group, Herfano Indra Setiawan.(H-34)***

Dibaca : 2467 kali
Ada 1 Komentar untuk berita ini Kirim Komentar Anda
  1. Ags

    Comment Arrow Saturday, 07 Sep 2013 | 15:22:04 WIB

    Saat ini saja, dari 180 tenaga kerja yang ada di perusahaan 80 persen merupakan warga lokal, ini hanya mewakili buruh kasar (yang statusnya sementera dalam proyek) untuk contractor-nya sendiri dari sinoma kebanyakan mendatangkan tenaga kerja-nya dari china semestinya bisa memperdayakan tenaga local.


Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.