Header Priangan

Tersandung Kasus Hukum, Dua Pejabat Pemprov Dimutasi

Saturday, 01 Jun 2013 | 17:06:28 WIB

SERANG, (KB).-
Dua pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yang tersangkut kasus hukum, dimutasi. Kedua pejabat tersebut, Sekretaris DPRD, Dadi Rustandi, dan Kepala Biro Organisasi, Komari.
Dadi dimutasi menjadi Staf Ahli Gubernur Banten Bidang Pemerintahan. Sementara Komari dimutasi menjadi Staf Ahli Gubernur Banten Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM).
Sekadar diketahui, Dadi Rustandi, saat ini terlibat kasus dugaan korupsi pengadaan baju dinas untuk 85 anggota DPRD Banten Rp590 juta, pada anggaran 2012. Dadi kini ditetapkan sebagai terdakwa dan harus menjalankan sidang di Pengadilan Tipikor pada PN Serang.
Sementara Komari saat ini masih ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Banten dalam kasus sengketa informasi publik, ketika dirinya menjabat Kepala Biro Humas dan Protokol.
Jabatan Dadi sebagai Sekretaris DPRD diganti oleh Iman Sulaiman Astradirdja, yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keungan. Untuk jabatan Komari sebagai Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Banten diganti Khairul Amri Chan, yang sebelumnya menjabat Kepala Balai di Sumber Daya Air dan Permukiman Provinsi Banten.
Sementara untuk jabatan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan yang ditinggalkan Iman Sulaiman dijabat Wahyu Whardana, yang sebelumnya sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM.
Pelantikan lima pejabat eselon II Pemprov Banten ini dilakukan Sekda Banten, Muhadi di Pendopo Gubernur, Jumat (31/5).
Beberapa aspek
Dalam sambutannya, Muhadai mengatakan, penempatan pejabat ini telah memperhatikan beberapa aspek. Seperti kompetensi, integritas, disiplin, loyalitas, pengalaman dalam jabatan dan nilai pengabdian serta komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab kepada negara.
Sekda menjelaskan, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan eselon II ini adalah dalam rangka mengisi beberapa jabatan yang kosong karena pejabat lama memasuki masa purnabakti atau pensiun dan promosi.
Selain itu, katanya.dalam rangka memberikan penyegaran, wawasan, dan kesempatan bagi para pejabat yang dimutasi untuk menduduki jabatan lainnya.
"Hali ini untuk memberikan harapan kinerja yang lebih baik dalam menduduki jabatan barunya tersebut serta memberikan kesempatan promosi bagi pejabat berprestasi dan mempunyai integritas dan dedikasi tinggi," ujarnya.
Saat dimintai komentarnya apakah mutasi dua pejabat eselon II karena tersangkut kasus hukum, Muhadi menjawab secara normatif. Seusai pelantikan, Sekda Banten mengatakan, pergantian Dadi karena adanya permintaan dari anggota DPRD Banten.
“Anggota DPRD Banten yang mengajukan nama untuk penggantinya, dan jawaban gubernur melantik nama yang diajukan anggota DPRD Banten itu,” kata Muhadi.
Dadi Rustandi saat dimintai tanggapannya terkait pergantian dirinya sebagai Sekretaris DPRD Banten karena tersangkut kasus hukum, enggan untuk menanggapinya. Dadi menjelaskan, dirinya sebagai PNS akan selalu siap ditempatkan di mana saja.
“Loyalitas, perintah, dan dedikasi sebagai PNS akan saya jalankan, dan selalu siap ditempatkan di mana saja," ujar Dadi Rustandi, seusai pelantikan. (H-32)***

Dibaca : 484 kali
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.