Header Priangan

Dugaan Korupsi Surat Suara Pilgub Banten 2011, Tersangka KPU Segera Diperiksa

Saturday, 29 Jun 2013 | 01:26:32 WIB

SERANG, (KB).-
Dua tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan penerimaan dan penggunaan dana hibah Pemprov Banten untuk pengadaan pencetakan surat suara pada Pilgub Banten 2011 senilai Rp4,5 miliar, ES dan NN segera diperiksa sebagai tersangka. Saat ini penyidik masih menjadwalkan pemeriksaan untuk keduanya.
“Ya, dalam waktu dekat penyidik akan memanggil kedua tersangka KPU untuk pemeriksaan sebagai tersangka. Akan tetapi, masih dijadwalkan, itu yang tahu penyidik,” kata Asisten Intelijen Kejati Banten, Hermanto, SH, Jumat (28/6).
Menurut Hermanto, pemeriksaan kedua tersangka akan dilakukan setelah pemeriksaan saksi-saksi selesai. "Kemarin informasinya masih ada saksi-saksi yang diperiksa. Ya, setelah dalam waktu dekat lah pemeriksaan tersangka," ujarnya.
Mengenai penggeledahan di kantor KPU Banten, Hermanto menegaskan, hal itu dilakukan untuk melengkapi bukti-bukti kasus itu. "Penggeledahan itu untuk mencari tambahan barang bukti dalam kasus itu, nanti akan diteliti dan diperiksa bukti-buktinya sudah cukup belum," ungkapnya.

Bukti tambahan

Terkait penggeledahan KPU dan CV RGM, Asintel menjelaskan, penggeledahan dilakukan untuk mencari bukti-bukti tambahan terkait kasus tersebut. “Ya, kan semua yang berkaitan akan dijadikan barang bukti, kemudian diperiksa apakah sudah cukup atau belum,” ujarnya.
Untuk diketahui ES dikenakan pasal 2 ayat (1), pasal 3, pasal 12 huruf d, pasal 5 ayat (2), jo pasal 5 ayat (1) huruf b UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1. Sementara NN dijerat pasal 2 ayat (1) pasal 3, pasal 5 ayat 1 huruf b UU No. 31 tahun 1999 jo UU No. 20 tahun 2001 tentang tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Keduanya sampai saat ini tidak dilakukan penahanan. (H-42)***


Dibaca : 331 kali
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.