Header Priangan

SDN Pesanggrahan Ludes Terbakar, 369 Siswa Kehilangan Tempat Belajar

Tuesday, 09 Jul 2013 | 22:31:03 WIB

SOLEAR, (KB),-
Tiga lokal kelas dan satu ruang guru sekolah dasar (SD) Negeri Pasanggrahan 4 berlokasi di Kampung Lodog, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, tempat belajar 369 siswa, ludes dilalap api, Selasa (9/7) dinihari.
Keterangan yang dihimpun menyebutkan, amukan si jago mareah yang belum diketahui pasti penyebabnya itu terjadi sekira pukul 01.00 WIB. Selain menghanguskan bangunan sekolah yang terletak agak jauh dari perkampungan penduduk itu, api juga melalap seluruh aset dan dokumen.
“Ya sekitar jam segituan kejadiannya, saat warga sedang lelap tidur. Api terlihat sudah berkobar dan cepat membesar. Warga tidak bisa berbuat banyak, pada akhirnya api menghangusan seisi bangunan,” ungkap Sarjaya (42), warga setempat.
Disebutkan, bangunan sekolah yang terbakar sebenarnya terbilang masih baru. Sebab, pada 2012 lalu SDN Pasanggrahan 4 mendapat suntikan dana dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang untuk rehabilitasi gedung.
“Jadi kalau disebabkan akibat adanya hubungan arus pendek atau korsleting listrik, sepertinya agak ragu menduga seperti itu. Kan bangunannya masih baru,”urainya.
Karta (49), penjaga sekolah, menuturkan, insiden itu terjadi setelah dirinya melakukan pengecekan ke sekolah sekira pukul 23.00 WIB, Senin (8/7). Usai mengecek, lantas pulang untuk tidur.
Namun tak berapa lama, Karta diberitahu bahwa gedung sekolah tempatnya bekerja dikepung api. "Saya segera bangun, bergegas menuju ke sekolah. Ternyata apinya sudah besar,"beber Karta.
Terkait musibah kebakaran itu, Kepala SDN Pasanggrahan 4, Acim, mengaku, mendapati kabar sekolahnya ludes satu jam setelah kejadian atau sekira pukul 02.00 WIB. "Saya diberitahu kejadian itu oleh ketua komite sekolah. Saya lari ke lokasi, benar saja bangunan beserta isinya sudah habis terbakar," ujarnya.
Beruntung tak sampai memakan korban jiwa. Namun, kata Acim, tak urung semua aset berupa kursi, meja, lemari dan dokumen ludes. "Dokumen dan aset dhabis kebakar. Kami akan inventarisasi dokumen apa saja yang hangus. Tentu akibat kebakaran ini, kegiatan belajar mengajar terganggu,"terangnya.
Dia menyebutkan, sekolahnya memiliki 369 siswa. Peristiwa kebakaran sekolahnya dilaporkan ke kepolisian setempat untuk diusut penyebab sesungguhnya. Acim sendiri merasa tidak yakin bangunan baru tersebut terbakar karena korsleting listrik. "Saya akan buka laporan ke polisi agar menyelidiki apakah benar sekolah ini terbakar karena korsleting listrik atau ada unsur sabotase," katanya.
Dugaan adanya unsur sabotase atas kejadian kebakaran itu, menurut Acim, kemungkinannya cukup beralasan. Pasalnya, sambung dia, baru-baru ini Bupati Ahmad Zaki Iskandar sudah mengeluarkan surat peringatan terhadap pengusaha galian pasir yang berada tak jauh dari lokasi sekolah itu.
"Ya, kami tak mau menyimpulkannya. Semuanya kami serahkan a kepada pihak berwajib,"ucapnya.(Endang/Job/KB)***

Dibaca : 231 kali
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.