Header Priangan

Refleksi Kemerdekaan RI, Kembalikan Kedaulatan Ekonomi & Politik

Wednesday, 21 Aug 2013 | 00:22:11 WIB

PANDEGLANG.(KB),.-
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggil Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Banten Raya Pandeglang, menggelar Diskusi Refleksi Kemerdekaan RI ke-68 dengan Tema “Re-Aktualisasi Kedaulatan Rakyat atas Ekonomi dan Politik”.
Acara yang digelar di Kampus STISIP Banten Raya, Pandeglang, akhir pekan lalu itu dihadiri Ketua STISIP, H. Siswara, Ketua Yayasan Pendidikan Banten Raya Pandeglang (YP BRP), Dahlan Hadyan S, sejumlah dosen, staf dan mahasiswa tersebut diawali dengan menyimak puisi 68 tahun kemerdekaan RI yang dibawakan oleh Taufik Ismail.
Ketua STISIP Banten Raya, H. Siswara dalam sambutannya menyatakan, kedaulatan rakyat atas ekonomi dan politik saat ini harus terus diperjuangkan dari cengkraman neo kolonialisme (bentuk penjajahan baru) pihak asing yang telah merasuk, bahkan ke wilayah konstitusi negara.
“Kuncinya, Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Indonesia harus terus ditingkatkan, agar kita tidak terus dijajah oleh bangsa-bangsa lain. Diakui maupun tidak, saat ini Indonesia masih mengalami praktik-praktik kolonialisme yang masuk, khususnya melalui sektor ekonomi maupun politik,” tuturnya.
Ditegaskan, banyak kebijakan-kebijakan ekonomi maupun politik Indonesia saat ini yang “disetir” pihak asing. “Pada akhirnya, rakyat Indonesia, seolah tidak memiliki kedaulatan lagi atas kehidupan ekonomi dan politik di rumahnya sendiri,” tandasnya.

Peningkatan Kualitas SDM

Untuk itu, agar kedaulatan atas ekonomi dan politik bisa kembali ke tangan rakyat Indonesia kunci utamanya adalah dengan meningkatkan SDM melalui pendidikan yang mengintegrasikan antara sikap, pengetahuan dan keterampilan melalui proses pembelajaran yang benar dengan mengacu pada standar kompetensi nasional maupun internasional.
“Kami, di STISIP Banten Raya, sampai saat ini terus berkomitmen untuk mendidikan SDM Lokal yang Berwawasan Global, agar ke depan anak-anak negeri ini bisa bersaing dengan dunia luar,” katanya.
Sementara itu Dahlan Hadyan mengisyaratkan pentingnya peningkatan SDM, dengan mencontohkan negara-negara tetangga Indonesia yang saat ini berhasil maju saat ini.
“Bangsa ini memiliki empat pilar demokrasi yang menjadi kekuatan untuk mengalahkan cengkraman neo kolonialisme saat ini yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Namun, faktanya penghayatan dan pengamalan ke 4 pilar tersebut telah mengalami degradasi,” tukasnya.
Dahlan menegaskan, sangat penting bagi masyarakat Indonesia untuk kembali menghayati dan mengamalkan ke-4 pilar tersebut secara murni dan konsekuen agar cita-cita kemerdekaan RI dapat terujud, sehingga bangsa ini bisa dikatakan benar-benar merdeka!
Sementara itu, perwakilan dari BEM STISIP Banten Raya, Gian Kasogi mengungkapkan pelajar dan pemuda saat ini harus bangkit dan terus berjuang, agar kedaulatan rakyat yang sudah diproklamasikan 1945 dahulu benar-benar dapat dirasakan secara nyata. (H-21)***

Dibaca : 206 kali
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.