Header Priangan

Kasus SMKN 1 Ciruas Bergantung BPKP

Sunday, 25 Aug 2013 | 22:42:54 WIB

SERANG, (KB).-
Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang masih menunggu hasil audit investigasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Lahan SMKN 1 Ciruas senilai Rp3,5 miliar di Desa Pulo, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.
"Masih di BPKP, Mas," kata Kajari Serang, Sudarwidadi, melalui pesan singkatnya, kepada wartawan, Minggu (25/8).
Dalam perkara tersebut, beberapa orang sudah diperiksa di tingkat penyelidikan, di antaranya Kepala Desa Pulo, Kecamatan Ciruas, mantan Camat Ciruas, panitia pengadaan lahan di Dindik Kabupaten Serang, sekretaris dinas, Kabid SMK Dindik Kabupaten Serang, pejabat pembuat komitmen (PPK), dan lain-lain. Namun, hingga kini pemilik lahan belum memenuhi panggilan penyidik meski sudah dua kali dipanggil.
Sebelumnya, Kasi Pidsus Kejari Serang, Triono Rahyudi menjelaskan, audit tersebut sebagai rangkaian penyelidikan. Nantinya, katanya, bisa jadi dilanjutkan ke perhitungan keuangan negara.
"Audit investigasi itu merupakan rangkaian penyelidikan guna mengetahui peristiwa tindak pidana," katanya.
Untuk diketahui, pengadaan Lahan SMKN 1 Ciruas diduga bermasalah. Pengadaan lahan untuk pembangunannya Rp3,5 miliar dengan luas tanah 20.000 meter persegi. Harga tanah yang dibeli Pemkab Serang senilai Rp175.000 per meter persegi. Dana dari APBD Pemkab Serang tahun anggaran 2012 itu, diduga diselewengkan oknum dengan cara melakukan mark up harga tanah.
Belakangan beredar kabar bahwa anggaran pada proyek lahan SMKN 1 Ciruas tersebut sebelumnya hanya Rp2,5 miliar. Jumlah itu kemudian bertambah menjadi Rp3,5 miliar, setelah ada pos anggaran dari SMK Kramatwatu yang dialihkan untuk proyek pengadaan lahan itu. (H-42)***


Dibaca : 187 kali
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.