Header Priangan

Setelah Dicekal ke Luar Negeri, Gubernur Segera Diperiksa

Friday, 04 Oct 2013 | 21:55:43 WIB

KASUS dugaan suap pada sengketa Pemilukada Lebak yang menyeret seorang pengusaha, TCW dan pengacara STH berdampak luas. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah mencekal Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, mengagendakan segera melakukan pemanggilan.
"Kami berharap dalam waktu dekat ini bisa dilakukan pemeriksaan terhadap Atut Chosiyah," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, Jumat (4/10).
Menurut dia, KPK sudah menetapkan TCW sebagai tersangka.
Selain itu, KPK mencekal Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah ke luar negeri.
Pencekalan itu, kata dia, untuk memudahkan proses pemanggilan dalam kasus suap Pemilukada Lebak. Namun, pemeriksaan Atut itu masih dalam pengagendaan.
"Kami sangat membutuhkan saksi-saksi terkait penyuapan pada Ketua MK, Akil Mochtar yang melibatkan adik kandung Gubernur Banten," katanya.
Ia menjelaskan, pihaknya akan bekerja keras untuk menangani kasus suap pada Akil Mochtar, terkait Pemilukada Lebak. "Kami berharap kasus suap sengketa Pemilukada Lebak yang melibatkan Ketua MK bisa secepatnya selesai," katanya.
Wakil Gubenur Banten, Rano Karno mengatakan, saat ini Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah sedang sakit dan tidak bisa menghadiri Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-13 Provinsi Banten.
"Ibu sudah empat hari sakit dan tidak ada kaitan dengan pencekalan," katanya.

Tidak di rumah

Sementara rumah Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Banten di Jalan Bayangkara No. 51 Kota Serang yang biasanya dikunjungi masyarakat, kerabat maupun kolega, Jumat (4/10), terlihat sepi. Setelah Atut dicekal, di rumah bercat coklat muda tersebut tampak sepi, dan hanya belasan polisi yang berjaga-jaga.
Pantauan Kabar Banten di lokasi, rumah Atut biasanya hanya dijaga beberapa petugas Satpol PP. Sementara kemarin, terlihat aparat dari Polsek Cipocok Jaya berjaga di depan gerbang pintu masuk dan di halaman dalam.
Petugas tersebut mengatakan, di rumah tidak ada siapa-siapa, hanya ada pembantu. "Tidak ada siapa-siapa, cuma pembantu saja," katanya.
Sementara sejak siang hari, sejumlah wartawan mulai mendatangi rumah tersebut. Pasalnya, dari kabar yang beredar, penyidik KPK juga akan menggeledah rumah Atut.
Namun, hingga pukul 17.30 WIB, tidak ada tanda-tanda kegiatan di sekitar rumah. Belasan petugas akhirnya membubarkan diri. Hanya tersisa dua polisi di pos Satpol PP.
"Tidak ada, dari tadi yang bolak-balik cuma pembantu," ujar seorang polisi.
Terpisah, Kabag Ops Polres Serang, Kompol Asep Mauludin dikonfirmasi mengatakan, penempatan sejumlah personel di rumah orang nomor 1 di Banten tersebut hanya sebagai antisipasi unjuk rasa.
"Ya, itu hanya antisipasi saja. Antisipasi unjuk rasa. Ya, kami tidak tahu, bisa saja ada aksi," katanya.
Asep menegaskan, penempatan personel tersebut bukan merupakan permintaan pemilik rumah. "Bukan, bukan permintaan. Kami antisipasi saja," ujarnya. (Ant/Rifki/"KB")***


Dibaca : 603 kali
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.