Header Priangan

Airin Sebut Penangkapan TCW Sebagai Ujian

Wednesday, 16 Oct 2013 | 09:19:34 WIB

PAMULANG, (KB).-
Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany mengungkapkan, peristiwa tertangkapnya TCW alias Wawan, yang tak lain suaminya sekaligus adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, sebagai ujian buat dirinya.
Airin mengungkapkan hal tersebut seusai menjalankan shalat Idul Adha bersama jajaran pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemerintah Kota Tangsel di lapangan Pamulang, Selasa (15/10). Saat menjalankan salat Idul Adha, dia hanya ditemani oleh dua orang anaknya. "Semoga kami bisa menjalankan ujian ini hingga selesai dan diberikan ketabahan,"ucapnya.
Pada Idu Adha tahun ini Pemerintah Kota Tangsel bersama masyarakat setempat berkurban sebanyak 100 kambing dan 43 ekor sapi. Didampingi dua anaknya, secara simbolis Airin menyerahkan satu ekor sapi kepada panitia kurban.
Sebelumnya menjelang Idul Adha 1434 H, orang nomor satu di Tangsel ini kembali menyambangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjenguk sang suami di tahanan lembaga antirasuah itu. Arin datang sekira pukul 10.00 WIB, mengenakan pakaian berwarna pastel dengan jilbab putih. Dia pun langsung memasuki lobi KPK.
Diakui Airin, sengaja datang untuk menjenguk suaminya yang tak bisa merayakan Idul Adha."Saya ke sini berdua, sama kakak," ujarnya singkat.
Ketika disinggung mengenai isu banyak proyek besar di Provinsi Banten yang disebut-sebut dikuasai oleh suaminya, Airin enggan berkomentar. "Nanti ya, izinkan saya buat besuk dulu," tukasnya saat itu.
Dalam kasus dugaan suap yang menjerat Wawan, sejumlah pihak juga telah ditetapkan sebagai tersangka, di antaranya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) non aktif Akil Mochtar, pengacara Susi Tur Andayani. Sedangkan Gubernur Ratu Atut Chosiyah bersama calon Bupati Lebak, Amir Hamzah, ikut dicekal KPK terkait dugaan suap senilai Rp1 miliar ke Ketua MK non aktif.(H-36)***

Dibaca : 144 kali
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.