Header Priangan

Kasus Dugaan Korupsi Ciujung, PKN Belum Final

Monday, 28 Oct 2013 | 23:54:29 WIB

SERANG, (KB).-
Perhitungan kerugian keuangan negara (PKN) dalam dugaan korupsi proyek prasarana pengendali banjir Sungai Ciujung, di Palembangan, Desa Dukuh, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang Rp32,39 miliar, belum mencapai garis. Dari hasil gelar perkara Polda Banten dengan BPKP, terungkap beberapa item harus kembali dihitung kerugian negaranya. Rabu pekan kemarin kami sudah ekspos dengan BPKP. Angka kerugian negara hasil perhitungan sebenarnya sudah muncul. Akan tetapi, menurut penyidik ada yang harus dihitung lagi, kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Banten, Kombes Pol Wahyu Widada, Senin (28/10). Wahyu menjelaskan, ada hal-hal yang harus dikonsultasikan kembali dengan BPKP. Ya, belum final. Makanya kami selalu koordinasi dengan BPKP kalau ada kekurangan ini dan itu, katanya. Kendati demikian, Wahyu tidak menjelaskan secara detail apa saja yang harus kembali dihitung kerugian negaranya. Nanti juga akan disampaikan kalau sudah final, ujarnya, seraya mengaku, tidak bisa memastikan kapan perhitungan akan selesai. Untuk hasil audit kasus dugaan korupsi proyek pembangunan sarana-prasarana sodetan di Cibinuangeun, di Kampung Burunuk, Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak Rp19 miliar APBN tahun 2011, juga belum selesai. Sodetan belum. Ya, mudah-mudahan tidak lama lagi. Kami juga inginnya segera, tuturnya.

Tak sesuai kontrak

Untuk diketahui, prasarana Ciujung merupakan proyek yang didanai APBN 2012 mulai diselidiki karena diduga terdapat penyimpangan karena pelaksanaannya diduga tidak sesuai kontrak, mulai waktu sampai spesifikasi. Pembayarannya juga telah 100 persen, padahal pekerjaan baru sekitar 60-70 persen. Dalam kasus tersebut, Polda Banten menetapkan dua tersangka, yakni DD pejabat BBWSC3 selaku PPK, dan IJ selaku manajer wilayah IV pada PT Wijaya Karya (pelaksana).(H-42)***

Dibaca : 128 kali
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.