Header Priangan

Pelapor Minta Atribut Calon Ditertibkan

Tuesday, 21 Jun 2011 | 12:50:26 WIB

TANGERANG KOTA, (KB).-
Sebanyak pima orang pria dengan penutup wajah bak teroris secara mendadak mendatangi kantor Panwaslu Kota Tangerang, Senin (20/6) siang. Mereka yang mengaku anggota Komunitas Demokrasi Indonesia (KDI) ini datang untuk melaporkan adanya temuan sejumlah gambar alat peraga figur bakal calon gubernur (Balongub) Banten yang banyak menghiasi sejumlah tempat di Kota Tangerang.
Buadi, juru bicara KDI mengungkapkan, kedatangannya ke Panwaslu untuk melaporkan banyaknya temuan alat peraga figur Balongub Banten. “Kami ke sini untuk melaporkan secara resmi adanya indikasi curi start kampanye yang dilakukan Balonbub. Dalam laporan kami pun sudah kami lengkapi dengan bukti poto alat peraga,” katanya.
Menurutnya, atribut berupa spanduk dan baliho ini termasuk melanggar etika pemilukada. Apalagi, tandasnya, isinya ditengarai mengandung unsur ajakan untuk memilih figur dimaksud.
“Ini namanya mencuri start kampanye. Dalam aturan tahapan pemilukada, tidak boleh melakukan kampanye selain pada jadwal yang telah ditentukan KPU,” tambahnya lagi.
Ketika ditanya alasannya menggunakan penutup wajah, Buadi menjawab hal itu dilakukan agar mereka tidak diintimidasi dan diteror oleh orang-orang yang mempunyai kepentingan dalam Pilkada Gubernur (Pilgub) Banten 2011. “Banyak kaum minoritas diteror dan diacam oleh beberapa pihak yang berkeperntingan, sehingga kesulitan untuk membuktikan pelanggaran Pemilu. Kami ingin menghindari hal itu,” jelasnya.
Pihaknya berharap agar Panwaslu Kota Tangerang segera menertibkan atribut-atribut bakal calon Gubernur yang melanggar ketentuan pemilu. “Kita minta Panswaslu bertindak tegas. Jika tidak ada penanganan lebih lanjut, kami akan laporkan ke Bawaslu,” ancamnya.
Ketua Panwalsu Kota Tangerang Wahyul Furqon menegaskan, warga mana pun yang ingin menyampaikan laporannya soal dugaan pelanggaran Pilgub diterimanya dengan tangan terbuka. Untuk permintaan dari KDI sendiri, sambung dia, pihaknya akan segara berkoordinasi dengan pemerintah setempat, khususnya jajaran Satpol PP Kota Tangerang yang memiliki wewenang untuk dalam . “Kami akan koordinasikan ini dengan pemerintah daerah,” imbuhnya.(H-36)***

Dibaca : 287 kali
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.