Header Priangan

Dr. H AM Romly Ketua MUI Banten

Monday, 26 Dec 2011 | 08:48:43 WIB

Terkait

SERANG, (KB).-
Doktor H AM Romly terpilih sebagai Ketua Umum MUI Banten periode 2011-2016 pada Musda III MUI Banten di Hotel Ratu Bidakara, Sabtu (24/12) malam. Mantan Kepala Kanwil Kemenag Banten ini menggantikan Prof. Dr. KH A Wahab Afif, MA yang telah memimpin MUI Banten selama dua periode.
Pemilihan Ketua Umum MUI Banten menggunakan sistem pemilihan formatur. Ketua Panitia Pelaksana Musda III MUI Banten, KH Aminudin Ibrahim, menyampaikan tim formatur terdiri atas sembilan orang. Mereka adalah Prof. Dr. KH A Wahab Afif, Prof. Dr. Syibli Syarjaya, Dr. H. AM Romly, KH Mahmudi, KH Uwet Dimyati, KH Saidi, dan KH Turmudzi, dan dua perwakilan dari ormas yakni Makmur Masyhar (NU dan Mas Muis Muslih (Satkar Ulama).
Tim formatur kemudian melakukan sidang formatur dan hasilnya menetapkan H AM Romly sebagai Ketua Umum MUI Banten. Sementara untuk pengurus inti, posisi Sekretaris Umum yakni Dr. Zakaria Syafei dengan empat sekretaris yakni Dr. Fatah Sulaiman, H Rodani, H Suhendi, Fitri Helmiyati. Bendahara Umum, Iin Mansyur dibantu bendahara yakni H Anisul Fuad.
Sebagai Dewan Penasihat MUI Banten yakni Ketua Prof. Dr. KH A Wahab Afif, MA, Wakil Ketua, HM Masduki, dan anggota KH Ahmad Satibi Syarwani, KH Maemun Ali, Hasan Alaydrus, dan H Iding Mujtahidin.
Untuk jajaran ketua, yakni Prof. Dr. Syibli Syarjaya, KH Masud, KH Aminudin Ibrahim, KH Turmudzi, Prof. Dr. Suparman Usman, Hj. Eti Fatiroh, H Kurdi Matin, dan H Zaenal Muttaqien.
"Jadi, pemilihannya bukan one man one vote tetapi disepakati melalui formatur. Untuk kepengurusan lengkap hingga komisi-komisi pengurus yang baru diberi waktu hingga satu bulan," kata Aminudin, seusai musda.

Rekomendasi
Selain agenda pemilihan ketua, dalam Musda III MUI Banten juga mengeluarkan 24 poin rekomendasi dari bidang pendidkan, akhlak, ekonomi, dan politik. "Rekomendasi ini merupakan hasil dari pembahasan terhadap persoalan umat (bahtsul masail)," ungkapnya.
Ia menyatakan, rekomendasi itu antara lain dalam bidang politik, MUI Banten meminta kepada pemerintah untuk meninjau kembali UU terkait dengan pemilukada. Pasalnya, berdasarkan kajian, dari sisi manfaat dan mudharatnya, pemilukada lebih banyak mudharatnya.
"Sistem pemilihan lewat perwakilan dinilai masih relevan," katanya.
Sementara dalam bidang pendidikan, ungkap dia, MUI Banten merekomendasikan agar lembaga pendidikan di ponpes disejajarkan dengan madrasah sekolah lain, dalam bentuk perhatian dalam pemberian bantuan maupun hak-hak pendidikan yang lain.
"Jadi, kedudukannya sejajar dengan lembaga pendidikan lain," ungkapnya.
Rekomendasi lainnya, menurut dia, yakni dalam bidang ekonomi. Aminudin mengatakan, MUI merekemondasikan agar Banten memiliki saham lebih besar dalam perbankan syariah di Banten. "Total rekomendasi ada 24 poin," ungkapnya.
Musda III MUI Banten yang berlangsung dari 23-24 Desember 2011 di Hotel Ratu Bidakara berlangsung lancar. Dalam Musda III itu telah disusun program kerja oleh panitia pelaksana Musda III MUI Banten. Seluruh program kerja itu terdiri atas 12 bidang. Antara lain, program bidang ukhuwah islamiyah, kemudian dakwah dan pengembangan masyarakat dan bidang pendidikan Islam dan pembinaan seni budaya Islam.
Musda III MUI Banten dibuka Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah dan ditutup Asda III Pemprov Banten, Zaenal Muttaqien.
Seorang peserta Musda III MUI Banten, Amas Tadjudin, berharap kepada pengurus MUI Banten yang baru agar memperkukuh jalinan kerjasama dengan MUI kab/kota, cepat tanggap terhadap realitas kehidupan sosial, dan berempati terhadap perjuangan keumatan terutama kelompok lemah (mustadafin).
"Saya juga berharap pengurus yang baru dapat membaca dan mendorong sikap tegas dan cermat dalam membangun hubungan ulama dengan umara dan mampu menjadi contoh dalam tata kelola keterbukaan informasi di Banten," kata Amas yang juga Sekretaris Umum MUI Kota Serang ini. (H-32/H-06)***

Dibaca : 499 kali
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.