Header Priangan

Anggota Dikeroyok, FBR ”Sweeping” Ciledug

Tuesday, 03 Jan 2012 | 10:01:04 WIB

Terkait

CILEDUG, (KB).-
Ratusan massa yang mengenakan atribut Front Betawi Rempuk (FBR) berkumpul di ruko Dian Plaza, Jalan Raden Patah, Kec. Ciledug, Kota Tangerang, Senin (2/1). Mereka mengadakan sweeping terhadap salah satu ormas kepemudaan di sekitar Ciledug. Pasalnya, salah satu anggotanya menjadi korban pengeroyokan, pada Minggu (1/1) malam.
Saat sweeping, ratusan massa FBR dengan mengenakan baju hitam-hitam membawa bambu dan balok kayu. “Kami melakukan sweping kepada ormas salah satu pemuda yang telah melakukan kekerasan di wilayah kami,” ujar Panglima FBR Se-Jabodetabek H. Syahrul Gozali, kepada wartawan di lokasi.
Menurut Syahrul, anggota FBR ini datang dari berbagai wilayah seperti Depok, Jakarta Utara, Jakarta Selatan dan Tangerang Raya. Mereka menuntut pihak kepolisian menangkap pelaku pengeroyokan terhadap anggotanya. Kata dia, pihaknya mengancam akan melakukan aksi rimba jika pihak kepolisian tidak memproses pelaku secara hukum.
“Sejauh mana penanganan pihak kepolisian terhadap anak buah saya yang dianiaya? Kalau polisi tidak bertindak, kami yang akan menangkapnya,”tandasnya.
Keberadaan massa ini dijaga puluhan petugas dari Polsek Ciledug dan Polres Metro Tangerang. Polisi sempat mengimbau kepada pihak FBR agar tidak bertindak anarkis. "Saya meminta agar semua bisa dibicarakan, jangan ada tindakan yang anarkis," terang Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang, AKBP Rahmat.
Kepala Polsek Ciledug, Komisaris Sukiman, kepada wartawan, menjelaskan, pihaknya masih meneliti motif atau latar belakang keributan pada Minggu malam. "Jadi, sekarang belum jelas. Saat ini kami masih memeriksa tiga orang saksi dari FBR untuk mencari kejelasan kasus ini,"paparnya.
Sukiman membenarkan, keributan tersebut menyebabkan dua orang terluka, namun tidak sampai harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Kedua korban adalah Ahmad, yang menderita luka bacok pada jempol tangan kirinya, dan M. Irwan dengan luka bacok pada tangan kanannya.
Ahmad diduga anggota kelompok FBR, sedang Muh Irwan diduga anggota ormas lain. "Kita berharap kasus ini dapat segera selesai dengan damai, agar tidak ada keributan lagi," katanya
Sementara itu dilokasi setelah pihak kepolisian memberi arahan, akhirnya massa FBR tersebut membubarkan diri. Dalam perjalanan, mereka pun dikawal polisi.(H-36)***

Dibaca : 333 kali
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.