Header Priangan

Tersangka Kasus Upal Diserahkan ke Polda

Thursday, 30 Jun 2011 | 06:38:06 WIB

LEBAK, (KB).-
Penyidik Polres Lebak menyerahkan kawanan tersangka dugaan kasus pengedaran uang palsu (upal) di Kampung Cibayawak, Desa Darmasari,
Kabupaten Lebak kepada penyidik Polda Banten, Selasa (28/6). Tersangka yang semuanya
warga Subang, Jawa Barat itu, RS, Wir, NS, dan
Das. ”Keempat tersangka pengedar upal yang ditangkap di Bayah diserahkan ke Polda Banten untuk kepentingan pengembangan. Pasalnya, beberapa waktu lalu Polda Banten berhasil mengungkap pencetakan upal di Curugbitung.
Bisa saja kasus upal di Bayah ini ada kaitannya dengan di Curugbitung,” ujar
Kapolres Lebak, AKBP Widoni Fedri, Rabu (29/6).
AKBP Widoni menyatakan, meski keempat tersangka itu diserahkan kepada Polda Banten, penanganan proses kasusnya tetap oleh Polres
Lebak. Sementara penuntutannya dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Rangkasbitung.
”Kami juga telah melayangkan surat pemberita-huannya ke Kejari Rangkasbitung,” katanya.
Tidak mengetahui Sementara itu, seorang tersangka berinisial RS mengaku, tidak mengetahui uang yang dimiliki ketiga rekannya
(Wir, NS, Das-red) adalah upal.
”Saya sama sekali tidak tahu uang yang mereka miliki adalah upal. Pasalnya, ketika masih
di Subang, Jawa Barat, saya hanya diminta untuk ikut oleh mereka ke Bayah, Kabupaten
Lebak untuk bertamasya, tanpa membicarakan
soal upal,” katanya. Setibanya di Bayah, kata
RS, tepatnya di Kampung Cibayawak, Desa Darmasari, RS disuruh membeli rokok ke warung warga Cibayawak dengan menggunakan uang
pecahan Rp50.000. Sekitar satu jam setelah membeli rokok, RS mengaku heran warga dan beberapa aparat kepolisian berusaha menangkapnya dan ketiga rekannya yang berada dalam Xenia B 1421 GB. “Saat itu, saya ditangkap bersama ketiga rekan yang berada
di dalam mobil. Setelah ditangkap, saya baru tahu uang milik teman-teman adalah upal,” ujarnya. (H-34)***

Dibaca : 430 kali
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.