Header Priangan

Suporter Tangerang kian Brutal, MUI Minta Laga Bola Distop

Wednesday, 08 Feb 2012 | 12:20:54 WIB

Terkait

TANGERANG KOTA, (KB).-
Tawuran antarsuporter Persita dengan Persikota setiap menjelang maupun usai laga di Stadion Benteng Tangerang yang kerap terjadi, bahkan kian marak belakangan ini, menimbulkan rasa geram masyarakat luas. Pasalnya, akibat aksi kedua pihak itu justru masyarakat yang resah dan menjadi korban.
Tak pelak, kerusakan fasilitas umum ditambah kecemasan masyarakat atas tawuran antarsuporter tersebut mengundang kecaman berbagai pihak. Adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang yang akhirnya mengeluarkan fatwa mendukung pelarangan pertandingan sepak bola Persita dan Persikota di Kota Tangerang.
"Saat ini yang terjadi, pertandingan sepak bola lebih sedikit manfaatnya dibandingkan dampak negatifnya. Makanya kami mendukung bila pertandingan sepak bola di Kota Tangerang yang makin meresahkan ini dihentikan dan ditiadakan," imbuh Ketua Fatwa MUI Kota Tangerang, KH. Baijuri Khotib, kepada wartawan, Selasa (7/2).
Dengan kondisi yang tidak kondusif, terlebih merugikan masyarakat, baik para pengguna jalan, pemilik kendaraan, pemilik toko dan lainnya oleh perbuatan atau ulah para suporter Persita dan Persikota, Baijuri melontarkan seruan. Isinya, menolak kerusakan harus didahulukan dari pada mendapatkan manfaatnya.
"Lebih baik pertandingan yang melibatkan Persita dan Persikota dihentikan, dari pada menelan korban luka ataupun mati lebih besar. Saat ini sudah tidak ada manfaat positifnya pertandingan yang melibatkan banyak suporter itu, malah lebih memberikan dampak buruk dan kerugian bagi masyarakat," tandas Baijuri.
Menurut dia, dalam waktu dekat MUI akan bertemu Kapolres Metropolitan Tangerang untuk meminta agar tidak menandatangani izin penyelenggaraan pertandingan sepak bola di Kota Tangerang. Diakui Baijuri, upaya ini pernah ditempuh pada masa kepemimpinan kapolres sebelumnya, namun tidak ada tanggapan.
Senin (6/2) lalu sekitar pukul 18.00 WIB tawuran antarsuporter Persita bernama Laskar Benteng Viola pecah di Jalan By Pass Sudirman, Cikokol, Kota Tangerang. Hujan batu mewarnai tawuran tersebut. Bahkan seorang security salah satu kampus bocor kepalanya terkena lemparan batu. Padahal tim kesayangan mereka, Persita berhasil memenangkan pertandingan dengan mengandaskan tamunya Persis Solo dengan skor 2-0 dalam lanjutan kompetisi Liga Primer Indonesia superindo (LPIS) PSSI.
Di tempat terpisah, mantan pengurus teras Persikota Tangerang, Ebrown Lubuk, mendukung sikap MUI untuk meniadakan pertandingan sepak bola di Kota Tangerang. Alasannya, panitia pelaksana pertandingan kerap lepas tangan saat terjadi aksi tawuran yang menelan korban dan merusak fasilitas umum.
" Pertandingan sepak bola di Stadion Benteng lebih banyak mudaratnya dibanding manfaatnya, makanya lebih baik dihentikan . Jangan dilaksanakan lagi sebelum jatuh korban lebih banyak dan kerusakan fasilitas umum jadi kian parah," ucap Ebrown yang salah satu keluarganya sudah menjadi korban kebrutalan suporter beberapa hari lalu.
Dijelaskan Ebrown, kelakuan suporter beberapa tahun belakangan ini semakin menggila. Untuk itu dengan tegas ia meminta agar pertandingan Persikota dan Persita di Kota Tangerang ditiadakan
"Sikap suporter saat saya masih menjadi pengurus di bawah era 2000-an lebih terkoordinir dan kondusif. Bukan tawuran yang dicari, tapi bagaimana melihat tim kesayangan mereka bertanding. Lha ini malah kebalik, ribut bukan di dalam stadion tetapi lebih banyak terjadi diluar stadion. Bahkan kian tahun tambah memprihatinkan, mulai dari merusak aset milik pemerintah hingga merugikan para pedagang dan masyarakat. Lebih baik dihentikan sampai menemukan solusi yang tepat," pungkas mantan anggota DPRD Kota Tangerang ini.(H-36)***

Dibaca : 230 kali
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.