Header Priangan

Warga Nambo Ilir Datangi Kecamatan

Friday, 15 Jun 2012 | 09:25:50 WIB

Terkait

SERANG, (KB).-
Ratusan warga Desa Nambo Ilir, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Kamis (14/6), mendatangi Kantor Kecamatan Kibin. Kedatangan ratusan warga tersebut untuk menagih janji penyelesaian tuntutan warga terkait pengelolaan limbah perusahaan.
Informasi yang dihimpun Kabar Banten, warga diterima pihak kecamatan. Setelah itu, pihak kecamatan membawa persoalan tersebut ke Pemkab Serang untuk dikoordinasikan.
Sementara, sekitar pukul 10.30 WIB, sebagian warga terlihat masih menunggu hasil dari pihak kecamatan yang membawa permasalahan tersebut ke pemkab.
Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan Kecamatan Kibin Syafrudin Dahlan mengatakan, untuk menindaklanjuti aksi warga tersebut, pihaknya sudah langsung melayangkan surat undangan pada Kepala Desa Nambo Ilir, Karang Taruna, BPD dan LPM untuk membahas permasalahan yang diadukan waga.
"Dalam pertemuan dengan pihak yang kami undang itu, ada kesepakatan bahwa hari Kamis (14/6) akan memusyawarahkan permasalahan, dengan catatan tidak ada pengerahan massa. Namun, tiba-tiba banyak warga yang datang," tuturnya kemarin.
Syafrudin mengatakan, di Kecamatan Kibin memang banyak potensi limbah yang bisa dikelola kembali. "Warga itu, salah satunya mempermasalahkan potensi limbah," katanya.
Warga Kampung Gorda Asem RT/RW 02/03, Desa Nambo Ilir Andi Amal Ismail mengungkapkan, kedatangan warga ke kantor kecamatan untuk menuntut tindak lanjut aksi sebelumnya di kantor desa.
"Kami datang ke sini mau minta camat menindaklanjuti demo warga sebelumnya. Tuntutan masih sama, yaitu kami meminta kecamatan menurunkan Kepala Desa Nambo Ilir Misnan karena sudah tidak cocok dengan warga," tuturnya.
Sementara, Kepala Desa Nambo Ilir Misnan saat akan dikoonfirmasi melalui telepon selular tidak mengangkat telepon dan membalas pesan singkat yang di kirimkan Kabar Banten.
Camat Kibin Nanang Supriatna saat akan dikonfirmasi terkait hasil pembahasan di Pemkab Serang, telepon selularnya tidak dapat dihubungi.
Camat Kibin Nanang Supriatna mengatakan, rencana awal muspika mempertemukan warga untuk mencari solusi dari pemasalahan dan mencari titik temu. Akan tetapi, karena ada pengerahan masa pertemuan tidak ada titik temu.
"Tadi tidak kondusif. Jadi, pertemuannya kami undur. Kami juga mohon agar warga kondusif, cukup perwakilan saja yang datang," katanya.
Saat konsultasi dengan bupati, kata Nanang, bupati meminta penyelesaian di tingkat bawah. "Kalau diundang cukup perwakilan warga saja yang datang. Terkait tuntutan penurunan kepala desa itu, semuanya ada mekanismenya. Masalah kinerja juga harus dievaluasi dulu, tidak bisa sepihak," tuturnya. (H-40)***

Dibaca : 420 kali
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.