Header Priangan

Jelang Pemilukada Lebak 2013, Ratusan Kiai Alihkan Dukungan

Saturday, 22 Sep 2012 | 13:43:29 WIB

RANGKASBITUNG,(KB).-
Ratusan kiai dan ustaz pimpinan pondok pesantren salafi di Kabupaten Lebak, mendatangi rumah Bupati Lebak H. Mulyadi Jayabaya, Kamis (20/9) malam kemarin. Kedatangan mereka yang tanpa pemberitahuan terlebih dulu itu untuk menyampaikan bahwa mereka mencabut surat dukungan terhadap Bakal calon (Balon) Bupati Lebak periode 2013 – 2018, Amir Hamzah dan mengalihkan dukungan kepada balon dari Partai Demokrat Hj. Iti Oktavia Jayabaya SE.
Para kiai dan ustaz yang sempat membuat kaget petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang sedang berjaga di kediaman orang nomor satu di Kabupaten Lebak, tepatnya Km 7 Warunggunung itu beralasan karena surat dukungan yang telah diberikan kepada Wabup Lebak H. Amir Hamzah pada Pilbup akan datang itu dinilai nyasar. Sebab mereka beranggapan bahwa Amir Hamzah merupakan Balonbup yang telah direstui H. Mulyadi Jayabaya.
Koordinator kiai dan ustaz, Edi Mulyana, pencabutan dukungan kepada Balonbup H. Amir Hamzah, karena sebelumnya para kiai dan ustaz yang berdomisili di perkampungan ini mengira, jika Amir Hamzah adalah kader yang telah direstui oleh Mulyadi Jayabaya dalam Pemilukada Lebak mendatang.
“Setelah tahu pak bupati mengizinkan dan merestui putrinya Hj. Iti Octavia dalam pilkada nanti, maka kami para ustaz yang jarang baca koran dan menonton televisi kaget. Karena itulah kami memberanikan diri untuk datang ke rumah Pak Bupati. Tujuannya untuk menyampaikan bahwa kami para kiai dan ustaz salafi mengalihkan dukungannya kepada Hj. Iti Oktavia,” ungkap Ustaz Yusup, pimpnan Yayasan Padjajaran Kecamatan Bayah.
Hal senada diungkapkan Kiai Ubed, pimpinan salah satu ponpes salafi di Lebak Selatan yang mengaku “nyasar” mendukung salah satu balon bupati dan mengira balon yang didukungnya selama ini adalah kader dari Buptai Lebak.
“Kami para ustaz sangat berutang budi kepada Bupati Lebak yang sudah membuat berbagai gebrakan dalam pembangunan infrastruktur dan moral masyarakat Lebak. Diantaranya adalah program hotmix masuk desa dan program wajib diniyah yang digagas oleh bupati,” katanya.
Sejumlah ustaz dan kiai lainnya dalam kesempatan itu mengungkapkan, adanya perda wajib diniyah dan pelarangan menonton televisi pada waktu magrib yang dibuat oleh Bupati Lebak, sangat berdampak positif terhadap pendidikan agama anak anak.
Edi Mulyana, Yusup dan Ubed meyakini, Lebak tidak akan berkembang jika nantinya dipimpin oleh orang yang belum berpengalaman dan tidak pro terhadap pendidikan agama sebagaimana yang sudah dirintis oleh Mulyadi Jayabaya.
“Selagi Lebak dipimpin oleh keluarga Jayabaya, Insya Allah Lebak akan terus berkembang, baik dalam pembangunan infrastruktur maupun pembangunan mental spritual warganya,” tegasnya.
H. Mulyadi Jayabaya mengaku, kaget sekaligus terharu atas kepercayaan para kiai dan ustaz yang jauh-jauh datang ke rumahnya tersebut. Dukungan yang diberikan secara tulus dari para kiai dan ustaz yang selama ini luput dari perhatian pemerintah daerah, karena umumnya ponpes para kiai dan ustaz yang mendukung Iti itu terletak di perkampungan dan tidak pernah mengajukan bantuan kepada Pemkab Lebak.
“Hal ini diluar dugaan kami. Karena itu terus terang kami terharu atas kepercayaan para kiai dan ustaz yang sengaja datang ke rumah meski tanpa diundang. Tentunya saya sangat berterima kasih atas kepercayaan masyarakat terhadap apa yang telah diperbuat selama saya menjabat sebagai bupati untuk kemajuan Lebak juga kepercayaan masyarakat terhadap Neng Iti yang telah mendapat kepercayaan akan mampu memimpin Lebak ke depan guna meneruskan program percepatan pembangunan di Kabupaten Lebak yang kita cintai ini,”imbuhnya.
Sementara itu, H. Amir Hamzah, belum berhasil dimintai tanggapannya terkait adanya ratusan kiai yang mengklaim telah memberikan surat dukungan kepadanya. Dan mengalihkannya kepada Balonbup Hj. Iti Oktavia Jayabaya. Dihubungi melalui layanan pesan singkat ke nomor Hp nya hingga berita ini dikirimkan belum memberikan jawaban. (H-34/H-20)***

Dibaca : 631 kali
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.