Header Priangan

Sejumlah Perusahaan Bakal Tunda UMK

Saturday, 01 Dec 2012 | 16:16:43 WIB

CIKUPA, (KB),-
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Tangerang memprediksi puluhan perusahaan bakal mengajukan penangguhan upah minimum kota/kabupaten (UMK) tahun 2013. Kenaikan upah minimum hingga 44 persen dari tahun sebelumnya dinilai bisa mengganggu kondusivitas investasi.
“Dengan kenaikan upah minimum yang fantastis ini, kami (Apindo-red) prediksi bakal memicu perusahaan untuk mengajukan penangguhan. Jumlahnya bisa lebih dari 10 perusahaan,”ujar Sekjen Apindo Kab. Tangerang, Juanda Usman, kemarin.
Menurut dia, saat ini Apindo masih menunggu keputusan Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah dalam menetapkan UMK se-Provinsi Banten. “Sejauh ini obrolan dengan anggota Apindo masih menunggu penetapan UMK, kalau sudah ada penetapan barulah kami gelar rapat,”terang Juanda.
Kata dia, para pengusaha mengaku terpukul dengan rekomendasi nilai upah minimum Kabupaten Tangerang yang disampaikan ke gubernur. Dijelaskan, besarnya nilai UMK berdampak pada sektor industri padat karya seperti sepatu dan garment. Jumlah buruh di sektor tersebut mencapai puluhan ribu jiwa.
“Nilai tersebut jelas memberatkan pengusaha, jadi bagi perusahaan yang tidak sanggup bisa mengajukan penangguhan. Untuk itu kami berharap pemerintah mempermudah penangguhan pelaksanaan UMK tahun 2013,”tegasnya.
Setidaknya hingga kini terdapat sekitar empat perusahaan yang mengancam untuk hengkang atau cabut investasi. “Bagi perusahaan yang tidak mampu, jika tidak diizinkan penangguhan, ya harus alih lokasi ke wilayah yang upah minimumnya lebih rendah,”terang Juanda.
Dihubungi terpisah, Ketua SPSI Kabupaten Tangerang Supriyadi, menilai pernyataan Apindo tersebut mengada-ada. Bahkan, kata dia, terkesan hendak menganulir kesepakatan penetapan UMK dengan dalih pengusaha cabut investasi dan ajukan penangguhan UMK.(Endang/Job) ***

Dibaca : 536 kali
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.