Header Priangan

Tindak Kejahatan di Lebak Selama 2012, Aksi Curanmor Dominan

Wednesday, 02 Jan 2013 | 11:03:31 WIB

RANGKASBITUNG,(KB).-
Kepolisian resor (Polres) Lebak mencatat, setiap 25 jam 48 menit 36 detik terjadi satu tindak kejahatan. Dari 384 kasus tindak kejahatan yang tercatat pada tahun 2012 didominasi oleh tindak kejahatan pencurian bermotor (curanmor).
Hal itu dipaparkan Kapolres Lebak AKBP Yudi Hermawan pada acara pres rilis yang dihadiri oleh seluruh Kapolsek dan sejumlah wartawan baik media cetak maupun elekronik di aula Mapolres Lebak, Senin (31/12) kemarin.
“Secara global pada tahun 2012 ini untuk pengungkapan tindak pidana mengalami penurunan dan jumlah tindak pidana yang terjadi mengalami peningkatan. Dimana persentase penyelesaiannya yakni pada tahun 2012 sekitar 55,75 persen sementara pada tahun sebelumnya atau pada tahun 2011 yakni 72,89 persen,” ungkap Kapolres Lebak AKBP Yudi Hermawan.
AKB Yudi menjelaskan, untuk jumlah tindak kejahatan atau tindak pidana pada tahun 2012 lebih meningkat dibanding dengan tahun 2011 yakni sebanyak 286 kasus. Pada tahun 2012 ini tindak kejahatan tercatat sebanyak 348 kasus yang rata-rata per bulannya (crime rate) satu bulan tejadi 28 kejahatan dengan crime clock (jeda waktu kejadian) setiap 25 jam 48 menit 36 detik terjadi satu tindak kejahatan.
“Banyak faktor yang menjadi penyebab peningkatan tindak kejahatan. Seiring dengan dinamika kegiatan masyarakat yang ada, diantaranya yang mendominasi adalah curanmor. Peningkatan ini juga disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya tingginya peningkatan masuknya kendaraan bermotor (ranmor) baru yang setiap bulannya meningkat berkisar antara 2.000 sampai 3.000 motor baru. Hal ini lah salah satu yang menjadi meningkatnya kejahatan curanmor,” jelasnya.
Terkait dengan penegekan hukum, lanjut AKB Yudi Hermawan, jika mengacu pada parameter anggaran disediakan atau DIPA targetnya penyelesaian kasusnya berjumlah 40 kasus namun selama kurun waktu tahun 2012 Polres Lebak berhasil menyelesaikan 110 kasus. Begitu juga dengan penyelesaian kasus narkoba yang mengalami over prestasi.
“Dalam upaya memberikan keamanan kepada masyarakat, kami juga melakukan berbagai upaya dan melakukan langkah-langkah guna menjaga stabilitas keamanan yang berkenaan dengan konflik komunal dan sosial dimasyarakat. Ini dilakukan karena di Kabupaten Lebak terdapat beberapa wilayah yang rawan konflik tersebut,” tukasnya.
AKBP Yudi menambahkan, terkait kecelakaan lalu lintas pada tahun 2011, kerugian akibat peristiwa itu pada tahun 2011 mencapai Rp208.200.000. Pada tahun ini (2012-red) naik menjadi Rp633.900.000.
“Dalam rangka memberikan kontribusi pada penurunan angka kecelakaan lalu lintas dimana secara nasional sebanyak 80 orang meninggal perharinya akibat kecelakaan tersebut. Kami juga turut berkontribusi diantaranya pada tahun 2012 ini melakukan pengetatan pembuatan surat izin mengemudi (SIM) melalui sistem Avis. Hal ini juga sebagai upaya untuk mengeliminisasi terjadinya penyimpangan,” imbuhnya.
Menanggapi upaya-upaya yang dilakukan aparat Polres Lebak salah satunya upaya antisipasi terjadinya konflik komunal dan sosial. Salah seorang mantan Ketua PWI Kabupaten Lebak, T. Soemarsono, mengapresiasi upaya Polres Lebak khususnya Sat. Intelkam Polres Lebak yang telah berhasil mengantisipasi terjadinya konflik tersebut di beberapa wilayah yang berpotensi menimbulkan kedua konflik tersebut diantaranya di wilayah Kecamatan Cipanas dan Kecamatan Cibeber.
Sementara itu Kepala Seksi (Kasi) Pidum Kejari Rangkasbitung, H.Suhaeli mengatakan, sepanjang tahun 2012 ini pihaknya menangani sebanyak 218 perkara, umumnya perkara Oharda yakni sebanyak 134 perkara yang didominasi oleh kasus tindak pidana Curanmor.
“Sisanya, 18 perkara mengenai keamanan negara dan ketertiban umum, serta 65 perkara TPUL,”tukasnya.
Suheli menjelaskan, perkara yang termasuk Oharda seperti perkara pencurian, pembunuhan dan penganiayaan ini penanganannya dengan KUHP antara lain pasal 363 dan 362.
"Khusus untuk TPUL itu diluar KUHP namun menggunakan Undang-undang seperti kasus narkotik dan perlindungan anak. Seperti kasus Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),"tukasnya. (H-34)***

Dibaca : 320 kali
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.