Header Priangan

Krisis Iman dan Timbulnya Bencana

Saturday, 19 Jan 2013 | 16:00:49 WIB

CILEGON, (KB).-
Bencana alam yang terjadi hampir di setiap daerah di Indonesia, seperti banjir, longsor, badai/puting beliung, dan bencana lainnya, bisa jadi merupakan peringatan keras dari Sang Maha Pencipta (Allah SWT), karena umat manusia saat ini telah banyak menyimpang dari ajaran-Nya. Penguasa tidak lagi peduli terhadap rakyatnya, anak tak lagi hormat dan patuh pada orang tuanya, dan masyarakat tak lagi menghiraukan amar ma'ruf nahi munkar yang disampaikan para alim ulama, termasuk perilaku masyarakat yang tidak lagi bersahabat dengan alam.
Sebagaimana Firman Allah yang artinya, "Telah tampak kerusakan di muka bumi yang disebabkan oleh tangan-tangan manusia…"
Seperti yang sering terlihat di layar kaca dan berita di media cetak, dalam sepekan ini DKI Jakarta dikepung banjir, jalur Bogor-Cianjur terputus akibat longsor, dan ratusan rumah rusak akibat diterjang badai puting beliung. Demikian pula di wilayah Banten, banjir telah merendam ribuan rumah dan merusak ribuan hektare lahan pertanian.
Untuk itulah, Drs. KH. Muhammad Yusuf Ismail hadir di Banten dalam rangka dakwah sekaligus bakti sosial dan penyembuhan rohani untuk mengajak umat muslim kembali ke jalan yang benar. Setelah berdakwah di Kota Serang lalu ke Pandeglang, kini dia berada di Kota Cilegon sejak 8 Januari dan akan berakhir pada tanggal 7 Februari 2013. Kegiatan berlangsung setiap malam mulai pukul 20.00 hingga 22.30 WIB di Lapangan Semampir Kota Cilegon.
Dengan bakti sosial Yayasan Mutiara Iman berupaya untuk mewujudkan kepedulian sosial masyarakat sebagai umat beragama agar dapat saling membantu saling meringankan beban baik dari dimensi keagamaan, dimensi pembangunan maupun dimensi amaliah.
"Melalui pesona nada dan dakwah, diharapkan masyarakat yang kami kunjungi akan terhibur jiwa dan raganya serta semakin meningkat kualitas iman, ilmu dan berakhlakul karimah," harap KH. M. Yusuf Ismail atau yang akrab disapa Abah ini saat berdakwah di Lapangan Semampir Kota Cilegon, Kamis malam (17/1).
Selain berdakwah yang mengupas tentang pentingnya mempertebal keimanan dan ketakwaan serta berakhlakul karimah, juga ada bakti sosial berupa pengobatan gratis terhadap jemaah yang mengeluhkan berbagai penyakitnya.
"Pengobatan yang kita laksanakan ini, bukan magic atau telepati dan bukan pula spontanitas begitu diobati langsung sembuh, namun dengan dasar keyakinan kita yang sangat mendalam akan kodrat dan kekuasaan Allah SWT, Insya Allah jiwa dan raga kita semua menjadi sehat dan kuat," ungkap Abah.
Abah mengatakan, kegiatan penyembuhan yang dilakukannya melalui tiga metode pendekatan yang diberikan secara terpadu, sehingga hal ini memerlukan waktu berkunjung yang harus dilakukan secara bertahap.
"Ketiga metode pendekatan tersebut adalah merupakan kombinasi yang sangat efektif dan mampu memberikan nilai spiritual yang hakiki untuk menuntun para jamaah memperoleh kesembuhan secara total," ujarnya.
Ketiga metode pendekatan penyembuhan tersebut terdiri atas: Metode pendekatan "amaliah" yaitu pendekatan dengan cara memanjatkan doa kehadirat Illahi Rabbi sebagai upaya pengakuan dan pernyataan serta permohonan dari lubuk sanubari yang dalam, ikhlas dan penuh kerendahan hati.
Selanjutnya, metode Pendekatan "Alamiah". Sebagai insan yang bersaksi menjadi hamba Allah SWT dan sebagai khalifah di muka bumi ini, salah satu yang diemban adalah bertugas untuk melaksanakan "Rahmattan Lil Alamiin", dimana totalitas ketergantungan hidup dan kehidupan di bumi ini, akan lebih jelas apabila manusia mampu mencermati, meneliti dan memanfaatkan serta memelihara fasilitas yang terdapat di alam semesta ini yang pada dasarnya merupakan sarana dan prasarana yang telah disediakan oleh Allah SWT demi kemakmuran dan kesejahteraan hamba-Nya.
Ketiga metode Pendekatan "Ilmiah". Pendekatan ilmiah merupakan salah satu bentuk penyempurnaan dari suatu sistem penyembuhan tersebut dengan memanfaatkan temuan-temuan ilmu dan teknologi di bidang kedokteran baik yang bersifat ramuan dan karakteristik tradisional, maupun formulasi teknologi yang dihasilkan melalui laboratoris modern yang orientasinya atau institusinya terdapat pada otak atau akal manusia.
Pantauan Kabar Banten, setiap malamnya para jemaah yang mengikuti pengajian mencapai ratusan orang. Mereka berasal dari Kota Cilegon, Anyer, Kramatwatu, Rangkas dan Kabupaten Pandeglang.
Berdasarkan pengakuan sejumlah jemaah, sejak mengikuti pengajian sekaligus mendapat pengobatan, mereka menjadi tentram dan penyakit yang dideritanya berangsur sembuh. Seperti salah seorang jemaah yang menderita lumpuh, Syafi'i (50 tahun) kini mulai bisa berjalan. Karena pasien tersebut tergolong orang tidak mampu, maka pengobatan ditanggung Abah Yusuf. (H-37)***

Dibaca : 924 kali
Belom ada komentar pada artikel ini Kirim Komentar Anda

Kirim Komentar Anda



Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.